Sebelum terpilih menjadi Paus, ia menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, sebuah posisi penting di Vatikan yang bertanggung jawab atas pengangkatan uskup di seluruh dunia. Pengalaman pastoral dan administratifnya menjadikan dirinya sosok yang dipandang mampu melanjutkan visi reformasi yang telah dirintis oleh pendahulunya, terutama dalam hal transparansi, sinodalitas, dan pendekatan pastoral yang lebih inklusif.
Dengan nama Leo XIV, ia menjadi Paus Agustinian pertama dalam sejarah modern, sekaligus menandai kembalinya nama “Leo” setelah lebih dari satu abad, sejak Paus Leo XIII yang wafat pada 1903. Pilihan nama ini diyakini mencerminkan komitmen terhadap kekuatan moral, pembaruan sosial, dan pengabdian kepada perdamaian dunia.
Umat Katolik di seluruh dunia kini menantikan langkah pertama Paus Leo XIV dalam menjalankan pelayanannya sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









