Dalam rencananya, awalnya 8 ribu undangan akan hadir, namun angka tersebut harus dikurangi secara bertahap menjadi 1.300 undangan karena keterbatasan fasilitas yang ada saat ini.
“Itu selalu dihitung detail nginepnya di mana, makan, akomodasi seperti apa, dari Balikpapan ke sini naik apa, semuanya dihitung jangan sampai ada yang tertinggal kalkulasinya sehingga nanti menyebabkan keriuhan di lapangan,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi mendorong RGE untuk dapat mempercepat penyelesaian pembangunan Nusantara International Convention Center and Hotel. Presiden pun menegaskan kembali pentingnya pembangunan fasilitas ini untuk mengakomodasi kebutuhan ibu kota baru.
“Selesai kapan? 24 bulan, tapi mungkin bisa dipercepat, Pak. Berarti nanti pada 17-an yang berikutnya baru selesai, artinya apa? Sekali lagi masih belum cukup untuk mengakomodasi undangan yang akan datang di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 yang akan datang,” tutur Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang juga Plt. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga Plt Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni, Kurator IKN Ridwan Kamil, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, dan Direktur PT Royal Golden Eagle (RGE) Bernard A. Riedo. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









