Urbaningrum menyoroti pentingnya PKN sebagai pelopor politik yang konsisten, tidak hanya muncul saat pemilihan umum.
“Politisi PKN harus menjadi pejuang politik rakyat selamanya, memahami bahwa kebangkitan Nusantara harus bersama-sama, tanpa meninggalkan daerah-daerah tertentu,” tambahnya.
Pada akhirnya, Anas menegaskan bahwa PKN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan partai dinasti.
“PKN berkomitmen untuk tetap menjadi kekuatan politik yang konsisten, konsekuen, dan selalu mengabdi pada rakyat. Kesadaran ini bersumber dari rakyat, yang notabene adalah pemilik sejati republik ini. Karena PKN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan Partai dinasti,” ucapnya penuh semangat.
“Dengan semangat yang berkobar, saya sebagai Ketua Umum PKN mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengukir harapan baru demi masa depan yang lebih cerah bagi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara keseluruhan,” tutup Ketum PKN, mengakhiri sambutannya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









