Kaharudin juga mengungkapkan bahwa DPW PKB NTT berhasil menorehkan prestasi membanggakan secara nasional.
DPW NTT menempati peringkat pertama se-Indonesia dalam Sistem Monitoring Management Struktural (SMS) PKB—sebuah sistem yang digunakan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Alhamdulillah, DPW NTT berada di urutan satu nasional dalam SMS. Ini adalah modal yang sangat baik bagi kami untuk terus memperkuat dan mensolidkan kekuatan struktur di semua level,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Tentu tantangan Pemilu ke depan akan berbeda. Maka dari itu, kekompakan, kedisiplinan, dan penguasaan strategi politik mutlak diperlukan. Dengan struktur yang solid dan kader yang terlatih, kami optimis bisa meraih hasil yang lebih baik di 2029.”
Acara Bimtek dan Harlah ini juga diisi dengan berbagai sesi pelatihan, diskusi kebijakan, strategi komunikasi politik, serta penanaman kembali nilai-nilai perjuangan yang menjadi ruh berdirinya PKB.
Dengan semangat politik rahmatan lil ‘alamin, para kader PKB bertekad untuk terus hadir sebagai kekuatan politik yang inklusif, pro-rakyat, dan berkomitmen terhadap pembangunan yang adil dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









