KUPANG, NTTNEWS.NET – Kabar terbaru dari perpolitikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan adanya dinamika baru menjelang Pilkada NTT 2024-2029.
Terdengar bahwa akan ada “Gerbong Baru” yang menggebrak, yaitu Gerbong yang dibentuk oleh Partai Demokrat, yang saat ini memiliki 7 kursi di DPRD Provinsi NTT.
Politisi senior dari Partai Demokrat, Benny Kabur Harman (BKH), dikabarkan akan terjun langsung dalam kontestasi Pilgub NTT.
Setelah menyaksikan bahwa Demokrat, meski memiliki 7 kursi, hanya berperan sebagai pelengkap dalam koalisi partai lain, BKH memutuskan untuk mengambil langkah tegas dan bersaing dengan kandidat-kandidat lain yang sudah lebih dulu muncul.
BKH akan menghadapi kompetisi ketat dari Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi (SPK) dari NasDem, Melki Laka Lena dari Golkar, dan Ansy Lena dari PDIP.
Namun, kejutan terbesar adalah rencana Partai Demokrat untuk menduetkan BKH dengan Jane Natalia Suryanto dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai calon wakil gubernur.
Sumber terpercaya menyebutkan bahwa pembicaraan mengenai pasangan ini sudah final dan Demokrat aktif mencari calon pendamping untuk BKH sejak beberapa waktu lalu.
Dalam pencarian ini, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Refafi Gah, ditawari posisi tersebut namun memilih untuk menolak secara halus karena telah memiliki komitmen dengan PDIP.
Partai Demokrat juga sempat menunggu keputusan dari koalisi Gerindra dan PAN, yang akhirnya memilih Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma sebagai calon wakil gubernur untuk Melki Laka Lena.
Menyusul keputusan tersebut, Demokrat langsung bergerak cepat untuk mendekati Jane Natalia Suryanto.
Leonard Lelo, Ketua DPW Partai Demokrat Provinsi NTT, belum memberikan tanggapan terkait kabar ini meskipun telah dihubungi beberapa kali.
Jane Natalia, ketika dikonfirmasi, memilih untuk tidak memberikan kepastian dan hanya menjawab singkat bahwa belum ada keputusan final.
Sementara itu, dr. Christian Widodo, Ketua DPW PSI Provinsi NTT, menegaskan bahwa PSI akan mendukung pasangan calon gubernur dengan hasil survei tertinggi.
Dia menambahkan bahwa PSI akan menunggu hasil survei akhir sebelum membuat keputusan, dan mereka bisa saja memilih calon lain jika hasil survei menunjukkan peluang menang yang lebih besar.
Rilis terbaru dari lembaga survei menunjukkan bahwa BKH memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang sangat kompetitif, sebanding dengan kandidat-kandidat lain seperti Melki Laka Lena, Ansy Lena, dan Simon Petrus Kamlasi.
Pilgub NTT yang akan berlangsung pada 27 November 2024 diperkirakan akan menjadi arena persaingan yang sangat sengit dan menarik untuk disimak. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









