Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

DPRD Mabar Gelar Rapat Paripurna ke-8 Terkait RPJMD 2025-2029, Simak Penjelasan Bupati Edi

  • Bagikan
IMG 20250327 173349
Penyampaian rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta penandatanganan nota kesepakatan rancangan awal RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2025-2029. (foto : NTTNews.net/Andy).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Rapat Paripurna ke-8 dalam Masa Sidang II Tahun 2025. Agenda rapat ini meliputi penyampaian rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta penandatanganan nota kesepakatan rancangan awal RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2025-2029. Rapat berlangsung pada Kamis sore (27/3/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa visi pembangunan daerah harus selaras dengan visi nasional serta provinsi.

“Kita harus memastikan bahwa RPJMD Kabupaten Manggarai Barat ini sejalan dengan visi Presiden dan Gubernur NTT. Visi kita jelas, yaitu ‘Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap’, dengan lima misi utama yang mendukungnya,” ujar Bupati.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Bupati Edistasius juga menjelaskan keselarasan visi daerah dengan kebijakan nasional.

“Saya minta maaf jika dalam dokumen softcopy yang Bapak dan Ibu terima, tidak mencantumkan Asta Cita secara eksplisit. Ini adalah kesalahan pemerintah daerah. Tapi yang terpenting, kita memastikan bahwa visi daerah kita tidak bertentangan dengan Asta Cita Presiden maupun kebijakan Gubernur,” tegasnya.

Lima Misi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat. Bupati merinci lima misi utama dalam RPJMD:

1. Mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

2. Optimalisasi sektor primer seperti pertanian, peternakan, dan perikanan guna meningkatkan perekonomian rakyat.

3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga :  Tolak Kuota 1.000 Wisatawan ke TNK, Ketua AWSTAR Peringatkan Anggota

4. Mewujudkan pembangunan infrastruktur berkualitas, merata, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

5. Optimalisasi tata kelola pemerintahan yang inovatif serta pelayanan publik berbasis digital.

Bupati menekankan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dan sektor maritim dalam pembangunan Manggarai Barat.

“Kita semua tahu bahwa Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Tapi bagaimana kita mengelola pariwisata ini agar berkelanjutan? Kita harus duduk bersama, merancang kebijakan yang memastikan keindahan laut kita tetap terjaga, tanpa melupakan kesejahteraan masyarakat lokal,” jelasnya.

  • Bagikan