Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

HMI Cabang Ende Kritik Rencana Penggabungan Festival Maria Guadalupe dalam Perayaan Hari Lahir Pancasila

  • Bagikan
IMG 20250521 222423
Ketua HMI CABANG ENDE, Adri Anto. (foto : isth).

ENDE, NTTNEWS.NET – Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende, Andri Anto, menyampaikan kritik terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Ende yang akan menggabungkan Festival Maria Guadalupe ke dalam rangkaian perayaan nasional tersebut.

Andri menilai, tidak terdapat relevansi yang konkret antara Hari Lahir Pancasila dengan Festival Maria Guadalupe. Menurutnya, langkah ini justru memunculkan polemik dan perdebatan di tengah masyarakat Ende.

“1 Juni merupakan momen penting dalam sejarah bangsa sebagai hari kelahiran ideologi Pancasila. Namun, keputusan Bupati Tote Badeoda dan Wabup Dominikus Mere untuk mencantumkan Festival Maria Guadalupe dalam rangkaian perayaan tahun ini memicu kontroversi,” ujar Andri.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

Ia menjelaskan, Festival Maria Guadalupe merupakan tradisi keagamaan Katolik yang memperingati penampakan Bunda Maria kepada St. Juan Diego pada 9 Desember 1531 di Bukit Tepeyac, Meksiko. Dengan demikian, menurutnya, tidak ada keterkaitan historis atau ideologis antara festival tersebut dengan Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga :  Tri Dedy Mengamuk di Aksi: Kuota Padar Selatan Tidak Masuk Akal dan Mencekik Rakyat!

“Jika dari segi sejarah dan substansi saja tidak ada hubungan, maka atas dasar apa festival ini diintegrasikan dalam peringatan 1 Juni?” tegas Andri.

Lebih lanjut, Andri juga menyoroti ketimpangan perlakuan terhadap umat beragama lainnya.

Ia mempertanyakan mengapa hanya satu simbol keagamaan yang diangkat secara khusus dalam perayaan yang seharusnya menjadi milik seluruh bangsa, lintas agama dan suku.

  • Bagikan