LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Di tengah semangat pelestarian budaya lokal dan penguatan kearifan lokal melalui pendidikan, siswa-siswi SMAN 3 Ndoso Waning, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sukses mengembangkan gula rebok khas Ndoso sebagai salah satu produk unggulan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Gula rebok merupakan hasil olahan tradisional dari nira pohon enau (Arenga pinnata) yang dimasak hingga mengental dan mengkristal menjadi gula padat berwarna cokelat pekat.
Rasanya yang manis alami, aroma khas dari fermentasi nira, serta tekstur yang lembut membuat gula ini tidak hanya nikmat untuk dikonsumsi, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang tinggi.
“Gula rebok ini kami buat sendiri dari nira pohon enau milik masyarakat di sekitar sekolah. Kami diajari langsung oleh para petani gula tradisional yang telah puluhan tahun mengolahnya,” ujar salah satu siswa kelas XI yang terlibat dalam program P5.
Kepala SMAN 3 Ndoso Waning, Bapak Hermanus Lando, S.Pd., menyampaikan bahwa projek P5 yang mengangkat tema “Gaya Hidup Berkelanjutan dan Kearifan Lokal” ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter pelajar yang cinta lingkungan, mandiri, dan menghargai budaya warisan leluhur.
“Lewat kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Mereka meneliti, berdialog dengan para pelaku lokal, bahkan ikut terlibat dalam proses produksi gula rebok dari awal sampai akhir. Ini sangat membanggakan,” jelas Hermanus, pada Sabtu (28/6).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









