Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Skandal Atletik Matim: Clarita Dipaksa Salah Cabang, Panitia dan Guru Lalai Total

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250825 WA0189
Dunia olahraga pelajar Manggarai Timur kembali diguncang skandal memalukan. Clarita, siswi SMAN 6 Kota Komba yang dikenal sebagai spesialis lari dengan deretan prestasi gemilang, justru dipaksa bertanding di cabang yang bukan bidangnya akibat kesalahan fatal panitia dan kelalaian guru pembimbing. (foto : isth).

BORONG, NTTNEWS.NET – Dunia olahraga pelajar Manggarai Timur kembali diguncang skandal memalukan. Clarita, siswi SMAN 6 Kota Komba yang dikenal sebagai spesialis lari dengan deretan prestasi gemilang, justru dipaksa bertanding di cabang yang bukan bidangnya akibat kesalahan fatal panitia dan kelalaian guru pembimbing.

Padahal, Clarita adalah juara O2SN tingkat Kabupaten Matim dan diprediksi mampu menyumbang medali emas di Kejurda Atletik tingkat provinsi. Namun, kesempatan emas itu kandas hanya karena alasan konyol: panitia salah input nama.

“Bagaimana mungkin sekolah dan panitia bisa membiarkan hal ini terjadi? Anak kami jago lari, tapi justru tidak didaftarkan di cabang itu. Ini jelas kelalaian yang mencoreng nama baik daerah,” tegas salah satu orang tua atlet, Minggu (24/08/2025), dengan nada getir.

Baca Juga :  Tolak Kuota 1.000 Wisatawan ke TNK, Ketua AWSTAR Peringatkan Anggota

Prestasi di Tengah Kesalahan Fatal

Meski dipaksa berlaga di luar cabang spesialisasinya, Clarita tidak menyerah. Hasilnya mencengangkan: ia tetap berhasil membawa pulang satu emas dan satu perunggu. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi panitia dan sekolah. Jika di cabang yang salah saja Clarita mampu juara, bayangkan hasil yang bisa ia raih jika turun di cabang lari – bidang yang sebenarnya menjadi kekuatannya.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

“Kalau di cabang salah saja dia bisa juara, bisa jadi Manggarai Timur pulang dengan lebih banyak medali kalau Clarita diberi kesempatan di lari. Ini jelas merugikan daerah,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang geram melihat kasus ini.

  • Bagikan