NAGEKEO, NTTNEWS.NET – Tidak menunggu waktu lama, usai meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir bandang, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, langsung memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di rumah jabatan Bupati Nagekeo, Sabtu (13/9).
Rapat penting ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, Dandim, perwakilan BNPB, Basarnas, Kementerian PU, Polres, Plh. Sekda Nagekeo, serta unsur TNI/Polri dan lembaga terkait lainnya. Tujuannya adalah menyatukan langkah percepatan penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana.
Dalam arahannya, Wagub Johni menegaskan tiga prioritas utama yang harus segera dijalankan, yaitu:
1. Pencarian korban hilang,
2. Pemulihan infrastruktur dan sarana prasarana,
3. Pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Hingga kini, masih terdapat tiga korban yang belum ditemukan dari delapan orang yang dilaporkan hilang. Basarnas melaporkan telah menemukan lima korban, sementara pencarian terus berlanjut dengan dukungan alat berat dan drone.
“Tantangannya cukup berat karena medan terjal, tumpukan batu besar, dan kayu yang terbawa arus,” jelas seorang petugas Basarnas.
BNPB menambahkan, masa pencarian standar adalah tujuh hari, namun dapat diperpanjang tiga hari pertama atas permintaan resmi pemerintah daerah. Untuk memperkuat operasi, Basarnas segera mendatangkan anjing pelacak (K9) bekerja sama dengan Polda, serta mengerahkan tambahan tenaga dari TNI, Polri, dan masyarakat.
Kondisi pengungsi sangat memprihatinkan. Banyak warga hanya menyisakan pakaian yang melekat di tubuh.
Wagub Johni mendorong penggalangan bantuan cepat, mencontohkan keberhasilan pengumpulan pakaian layak pakai di Lewotobi yang menghasilkan ribuan potong.
“Saya minta Bupati menggerakkan ASN Nagekeo untuk melakukan hal serupa, agar para pengungsi segera terbantu,” tegasnya.
Bantuan logistik juga mulai disalurkan. Pemprov NTT menyiapkan 4 ton beras, ditambah 2–3 ton dari Dinas Sosial, serta 1 ton dari BPBD. Untuk makanan siap saji, dapur umum yang semula hanya satu unit akan ditambah dengan bantuan dari Kabupaten Ende.
Soal air bersih, Wagub mengusulkan penggunaan truk tangki dari kabupaten tetangga sementara waktu, sambil berkoordinasi dengan PDAM untuk distribusi lebih stabil. Untuk jangka panjang, akan dipasang pompa air yang menyedot dari sumber terdekat, ditampung di bak, lalu dialirkan ke rumah-rumah warga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









