Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penjualan Karcis ETMC Ende Diduga Diobral, Penonton Protes: “Kok di Loket Habis, di Calo Malah Ada?”

Kontributor : Rian Laka Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251119 202052
Di tengah euforia penyelenggaraan El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Tahun 2025 di Kabupaten Ende, muncul persoalan serius terkait penjualan karcis masuk stadion. (foto : Screenshoot Video).

ENDE, NTTNEWS.NET – Di tengah euforia penyelenggaraan El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Tahun 2025 di Kabupaten Ende, muncul persoalan serius terkait penjualan karcis masuk stadion.

Dugaan praktik percaloan yang membuat harga tiket melonjak fantastis membuat ratusan penonton merasa dirugikan.

Karcis kelas ekonomi yang seharusnya dijual dengan harga Rp10.000 diduga diobral para calo dengan harga setara tiket VIP, yakni mencapai Rp20.000 hingga Rp50.000, bahkan lebih pada laga tertentu. Kondisi ini memicu kemarahan para pendukung setia yang merasa dipermainkan.

Seorang penonton, Petrus, menyampaikan protes kerasnya kepada NTTNEWS.NET saat aksi spontan warga di depan Stadion Ende, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

“Selama berlangsung turnamen ETMC, kami hanya tahu beli karcis di loket resmi yang dihendel petugas Bank NTT. Tapi akhir-akhir ini makin aneh. Di saat kami beli karcis, petugas bilang habis, tapi tiket malah dijual di luar stadion oleh oknum calo. Ini kan aneh!” tegasnya.

Petrus mengaku menduga praktik percaloan ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya celah dari internal panitia.

“Saya menduga keterlibatan calo-calo ini bukan tanpa perintah. Masa bisa karcis habis di loket, tapi di tangan calo justru banyak? Jangan-jangan ini permainan panitia. Kami bukan datang mau nonton gratis, tapi kami beli karcis resmi. Kalau tiket ekonomi dijual mahal begitu, pantas kami protes!” ujar Petrus dengan nada kesal.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

Seorang penonton lainnya, Aljail, juga mengungkapkan kekecewaannya atas tata kelola tiket yang dinilainya amburadul.

“Kami para penonton bukan menjadi sumber untuk diperas oleh panitia. Ini memalukan untuk event sebesar ETMC!” ungkapnya.

  • Bagikan