Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dirut Perumda Wae Mbeliling Pastikan Layanan Air di Labuan Bajo Terus Dibenahi, Pelanggan Kini Tembus 11 Ribu

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
06d5edb0 4dc7 11f1 9d5a 83fd5ef7f933

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Ponsianus Mato, memastikan pelayanan air bersih di Kabupaten Manggarai Barat terus mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah pelanggan, pengembangan jaringan, hingga sistem pelayanan pengaduan masyarakat.

Sejak dirinya memimpin Perumda Wae Mbeliling, jumlah pelanggan disebut mengalami peningkatan signifikan. Saat ini jumlah pelanggan aktif sudah mendekati 11 ribu sambungan, naik dari sebelumnya sekitar 10 ribu pelanggan.

“Terjadi peningkatan pelanggan karena adanya sambungan baru dan juga pelanggan yang sebelumnya nonaktif kembali kami aktifkan setelah jaringan diperbaiki,” ungkap Ponsianus Mato kepada wartawan di Labuan Bajo pada Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, peningkatan pelanggan tidak hanya terjadi di wilayah dalam Kota Labuan Bajo, tetapi juga di sejumlah desa yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.

Ia menjelaskan, beberapa wilayah yang kini telah mendapatkan pengembangan jaringan antara lain kawasan Benak, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), jalur PLN, kawasan Keuskupan, hingga sejumlah titik kecil dalam kota yang sebelumnya belum terjangkau distribusi air.

“Di jalur PLN saja bulan ini sudah terpasang sekitar 30 pelanggan baru dan airnya sudah mengalir. Ada juga beberapa wilayah kecil dalam kota yang kami buka jaringan barunya,” jelasnya.

Baca Juga :  Hardiknas Jadi Alarm Pendidikan Mabar, Ketua DPRD Serukan Literasi, Karakter, dan Kolaborasi Tiga Pilar

Ponsianus mengatakan, Perumda Wae Mbeliling saat ini masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah besar dalam penataan jaringan air bersih di Labuan Bajo.

Beberapa wilayah yang menjadi prioritas pengembangan tahun ini antara lain kawasan Luas Baba, Lancang Perkuburan, hingga Lancang bagian belakang.

“Kami targetkan tahun ini tuntas. Kalau wilayah-wilayah itu sudah selesai, saya pastikan jaringan dalam Kota Labuan Bajo sudah ready semua dari aspek jaringan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan jaringan dilakukan dengan berbagai skema teknis, termasuk intervensi jalur distribusi melalui pesisir dan kawasan Villa Tanjung Lima yang dinilai potensial untuk pertumbuhan hotel dan villa.

“Wilayah pesisir ini potensial untuk pengembangan sektor pariwisata seperti hotel dan villa. Karena itu kami siapkan jaringan yang memadai,” katanya.

Selain fokus di wilayah kota, Perumda Wae Mbeliling juga menyatakan siap mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di desa-desa apabila mendapat penugasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Ponsianus, Perumda secara regulasi memang memiliki kewenangan untuk melayani seluruh wilayah Manggarai Barat sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perumda Wae Mbeliling.

Baca Juga :  HUT ke-9 RSUD Komodo, Paulus Ndarung Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

“Pada prinsipnya kami siap ketika diberi penugasan oleh pemerintah daerah. Tetapi fasilitas yang diserahkan harus benar-benar siap agar bisa langsung running,” ujarnya.

Ia mencontohkan wilayah Nangalili yang sudah berjalan selama delapan tahun dan kini mulai dikelola secara optimal oleh Perumda.

“Kami berharap ke depan ada kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah sehingga SPAM yang sudah dibangun bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait distribusi air yang sebelumnya sering macet, Ponsianus mengakui bahwa persoalan utama selama ini adalah pola komunikasi dan keterbatasan penampungan air di rumah pelanggan.

Ia mengatakan, saat ini Perumda telah membuka berbagai kanal pengaduan digital seperti call center, media sosial Facebook, hingga Google Form yang langsung terkoneksi dengan sistem pelayanan.

“Ketika ada keluhan, sistem langsung terbaca dan terhubung dengan petugas di lapangan sesuai zona masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, Perumda juga menyiagakan petugas selama 24 jam untuk menangani gangguan jaringan maupun keluhan pelanggan.

  • Bagikan