Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kadis Pariwisata dan Kades Cunca Wulang Dua Kali Diperiksa Polisi, Wabup Mabar Minta Semua Pihak Kooperatif

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
c1813aa0 5e81 11f1 8b24 91de9b160e18
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Penyelidikan tragedi maut di destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, terus bergulir. Kasus yang menyeret Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat serta Pemerintah Desa Cunca Wulang kini memasuki tahap pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat.

Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat dan Kepala Desa Cunca Wulang diketahui telah dua kali menjalani pemeriksaan oleh penyidik terkait insiden ambruknya jembatan gantung yang menewaskan dua wisatawan asal Austria pada Minggu, 24 Mei 2026.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat kedua wisatawan melintasi jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang. Jembatan itu tiba-tiba ambruk sehingga menyebabkan kedua korban terjatuh dan meninggal dunia.

Baca Juga :  KS Tantang Erwin Santosa Kadiman Buka Seluruh Dokumen Tanah Keranga: "Kalau Benar, Tunjukkan ke Publik"

Penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian tidak hanya berfokus pada penyebab ambruknya jembatan, tetapi juga menelusuri aspek pengelolaan destinasi wisata, sistem pengawasan keselamatan pengunjung, hingga kemungkinan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur wisata tersebut.

Menanggapi proses hukum yang sedang berjalan, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menghormati sepenuhnya langkah-langkah penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Manggarai Barat.

Baca Juga :  Pariwisata Labuan Bajo Dipermalukan Tragedi Cunca Wulang, DPRD Desak Audit Total

“Pemda menghormati proses hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh Polres Manggarai Barat. Semua pihak yang terkait dan dipanggil untuk dimintai keterangan diharapkan bersikap kooperatif agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik dan terang-benderang,” ujar dr. Yulianus Weng kepada NTTNEWS.NET, Selasa malam (2/6/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan mengintervensi proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Prinsipnya, pemerintah daerah menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kita berharap semua pihak memberikan keterangan secara terbuka sehingga fakta-fakta yang sebenarnya dapat terungkap,” katanya.

  • Bagikan