Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pilkades Serentak 2026 di Mbeliling Aman Terkendali, Wae Jare Dalam Pantauan Aparat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260929 WA0103
Dalam pelaksanaan pengamanan di Desa Wae Jare, Pemerintah Kecamatan Mbeliling juga mendapat dukungan personel keamanan dari Polres Manggarai Barat dan TNI. Sedikitnya terdapat 15 personel yang diterjunkan dalam pengamanan tersebut, terdiri dari 14 personel Polres Manggarai Barat dan satu personel TNI. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 29 September 2026, hingga siang hari berlangsung dalam situasi aman, tertib dan terkendali.

Pemerintah Kecamatan Mbeliling terus melakukan pemantauan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan pencoblosan di enam desa yang melaksanakan Pilkades. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan sesuai dengan ketentuan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pesta demokrasi tingkat desa berlangsung.

Pemantauan dipimpin Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mbeliling, Agustinus Sudarso, S.Sos, didampingi Raymundus Jambrodi, A.Md, selaku staf Kecamatan Mbeliling.

Dalam pelaksanaan pengamanan di Desa Wae Jare, Pemerintah Kecamatan Mbeliling juga mendapat dukungan personel keamanan dari Polres Manggarai Barat dan TNI. Sedikitnya terdapat 15 personel yang diterjunkan dalam pengamanan tersebut, terdiri dari 14 personel Polres Manggarai Barat dan satu personel TNI.

Sekcam Mbeliling Agustinus Sudarso mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan sementara yang dilakukan pihak kecamatan bersama tim di lapangan, seluruh proses pencoblosan di wilayah Mbeliling berjalan dengan aman dan kondusif.

Baca Juga :  Pilkades Riung Memanas! 900-an Massa Padati Kampanye Retno Nari, “Jangan Jadikan Pilkades Ajang Pecah Keluarga!”

“Hasil pantauan sementara dari beberapa hari ini, kami dari kecamatan turun langsung melakukan pemantauan. Sampai saat ini situasi di wilayah Kecamatan Mbeliling, khususnya desa-desa yang melaksanakan Pilkades, dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Agustinus.

Menurutnya, hingga sekitar pukul 12.00 WITA, proses pemungutan suara masih berlangsung di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), sementara Desa Wae Jare telah selesai melakukan pencoblosan. Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan panitia, aparat keamanan serta pihak terkait untuk memastikan tidak terjadi gangguan yang dapat menghambat jalannya Pilkades.

Agustinus menegaskan bahwa setelah proses pencoblosan selesai, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan penghitungan suara sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.

IMG 20260929 WA0105
Dalam pelaksanaan pengamanan di Desa Wae Jare, Pemerintah Kecamatan Mbeliling juga mendapat dukungan personel keamanan dari Polres Manggarai Barat dan TNI. Sedikitnya terdapat 15 personel yang diterjunkan dalam pengamanan tersebut, terdiri dari 14 personel Polres Manggarai Barat dan satu personel TNI. (foto : Dok. Isth).

“Setelah proses pencoblosan selesai, selanjutnya akan dilakukan penghitungan suara. Kami berharap seluruh tahapan ini dapat berjalan sesuai regulasi, tertib, transparan dan tetap menjaga suasana keamanan di masing-masing desa,” katanya.

Baca Juga :  Rp700 Juta Lebih Digelontorkan, Pansus DPRD Mabar Bongkar Carut-marut Tata Kelola Pariwisata, Koordinasi Pusat-Daerah Disorot Tajam

Untuk Kecamatan Mbeliling, terdapat enam desa yang melaksanakan Pilkades serentak. Keenam desa tersebut yakni Desa Wae Jare, Desa Golo Ndora, Desa Golo Damu, Desa Watu Wangka, Desa Tondong Belang dan Desa Compang Liang Dara.

Pemerintah Kecamatan Mbeliling menyatakan bahwa berdasarkan laporan sementara dari tim kecamatan yang melakukan pemantauan di lapangan, proses pencoblosan di enam desa tersebut berjalan dengan baik.

“Untuk sementara, berdasarkan laporan dari tim-tim kecamatan yang melakukan pemantauan, proses pencoblosan berjalan dengan baik, aman dan terkendali. Kami terus memantau sampai seluruh tahapan selesai,” jelas Agustinus.

Ia berharap masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya dapat menerima seluruh proses Pilkades dengan dewasa dan tetap menjaga persaudaraan meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk menimbulkan perselisihan.

  • Bagikan