Gubernur juga menekankan pentingnya pemanfaatan hasil asesmen pendidikan, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pembelajaran di sekolah.
Dalam upaya mendorong inovasi pendidikan, Pemerintah Provinsi NTT terus mengembangkan program One School One Product (OSOP) yang bertujuan menjadikan setiap sekolah sebagai pusat kreativitas berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian dan daya saing siswa sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.
Sementara itu, khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penguatan teaching factory serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terus ditingkatkan agar lulusan memiliki kesiapan kerja yang tinggi dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja.
“Melalui program One School One Product (OSOP), kita dorong sekolah menjadi pusat kreativitas berbasis potensi lokal. Khusus SMK, penguatan teaching factory dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri terus ditingkatkan agar lulusan benar-benar siap kerja,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Gubernur menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.
Ia mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Saya menegaskan, integritas adalah fondasi utama. Pengelolaan anggaran harus transparan, akuntabel, dan berpihak pada peningkatan mutu layanan pendidikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah demi kemajuan pendidikan di NTT.
“Mari kita bangun kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Hari ini dilantik, hari ini pula dimulai tanggung jawab besar untuk membuktikan kepemimpinan melalui kerja nyata. Jadilah pemimpin yang hadir, menjadi teladan, dan membawa harapan bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTT, sekaligus memperkuat peran kepala sekolah sebagai agen perubahan dalam menciptakan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









