Ponsianus juga menekankan bahwa pengelolaan air minum membutuhkan perhatian serius, perawatan, serta intervensi yang tepat agar kualitas layanan tetap terjaga.
Ia mengibaratkan pengelolaan air bersih seperti proses bertani padi, yang tidak hanya berhenti pada tahap menanam, tetapi membutuhkan perawatan agar menghasilkan kualitas terbaik.
“Saya mencoba mengilustrasikan bahwa mengelola air minum itu seperti menanam padi. Semua orang bisa menanam padi, tetapi apakah yang ditanam bisa menjadi beras yang berkualitas? Belum tentu. Itu sangat tergantung pada perawatan, pupuk, dan penanganan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hal yang sama juga berlaku dalam pengelolaan fasilitas air bersih. Infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap berfungsi maksimal.
“Begitu juga dengan keberadaan kami di Perumda, tugas kami adalah merawat fasilitas yang sudah dibangun pemerintah, menjaga keberlanjutan pelayanan, dan memastikan setiap tetes air benar-benar memberi kehidupan bagi masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum evaluasi lapangan untuk melihat langsung kondisi jaringan, fasilitas, serta mendengar aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih di Desa Nangalili.
Dengan komitmen tersebut, Perumda Wae Mbeliling diharapkan terus hadir sebagai garda terdepan dalam penyediaan layanan air bersih yang merata, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Manggarai Barat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









