Informasi yang diperoleh media ini mengungkapkan bahwa anggaran untuk acara wisuda tersebut mencapai Rp1,6 miliar.
Namun, meskipun dana sebesar itu telah disiapkan, fasilitas tempat duduk bagi orang tua wisudawan tampaknya tidak menjadi prioritas.
Wisudawan lain turut mengungkapkan kekecewaannya melalui postingan WhatsApp.
“Dana wisuda Rp1,6 miliar. Tidak ada kursi untuk orang tua kami. Bapak dan Ibu panitia kemana?” tulis salah satu wisudawan.
Keluhan ini memicu pertanyaan besar tentang transparansi dan pengelolaan anggaran acara. Para wisudawan dan keluarga merasa tidak mendapat perhatian yang layak, terutama mengingat jumlah dana yang sangat besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara acara wisuda FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2024 belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan atas kejadian tersebut.
Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana pihak universitas akan merespons keluhan ini, mengingat acara wisuda seharusnya menjadi momen bahagia yang diingat sepanjang hayat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









