Dalam gaya komunikasinya yang khas dan sarat makna, Bupati Edistasius menggambarkan konsep kerja tim melalui analogi sederhana namun kuat.
Menurutnya, kecepatan kerja tidak diukur dari siapa yang paling awal menyelesaikan tugas, tetapi dari kemampuan kolektif untuk mendorong mereka yang tertinggal agar sampai di garis akhir bersama-sama.
“Ukuran kecepatan bukan soal rumus matematika atau fisika. Tapi bagaimana kita bisa mendorong atau menarik yang paling belakang agar bisa bersama-sama mencapai garis finis,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Bupati menginstruksikan agar seluruh instansi segera menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) bagi para P3K, agar mereka dapat langsung memulai tugas di unit kerja masing-masing tanpa penundaan.
“Tidak perlu menunggu lama. Dalam satu-dua hari ke depan, semua harus sudah tahu di mana mereka bekerja dan kapan mulai bertugas,” tandasnya.
Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Bupati kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses seleksi hingga penempatan P3K, disertai ajakan kepada para pegawai untuk menjalankan amanah dengan dedikasi tinggi dan integritas penuh. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









