Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Basarnas dan Kemenparekraf Bersinergi di kawasan DPSP Labuan Bajo

  • Bagikan
IMG 20240528 090644
Basarnas dan Kemenparekraf Bersinergi di kawasan DPSP Labuan Bajo. (foto : isth).

Selesai diskusi panel, acara dilanjutkan dengan pembahasan penyusunan hingga finalisasi rencana kontijensi operasi SAR penanganan kecelakaan kapal di Labuan Bajo dengan melibatkan 23 stakeholder dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, badan usaha, organisasi seperti perkumpulan kapal pinisi dan penyelam di kawasan Labuan Bajo.

Tidak hanya itu, Basarnas dan Kemenparekraf juga mengintegrasikan system aplikasi digital dalam pelaporan kondisi kedaruratan.

“Orientasi rencana kontijensi ini untuk memastikan bahwa seluruh stakeholder yang berada di kawasan Labuan Bajo mengerti dan memahami apa yang harus dilaksanakan dari aspek SAR jika terjadi kecelakaan kapal,” jelas Kepala Kantor SAR Maumere Supriyanto Ridwan melalui Kepala Seksi Operasi, Suryaman.

Hari kedua, Rabu (29/05/2024) besuk, kegiatan masih di gedung BPOLBF lantai 4 dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Tri Dedy Mengamuk di Aksi: Kuota Padar Selatan Tidak Masuk Akal dan Mencekik Rakyat!

Sebanyak 50 orang masyarakat di sekitar Labuan Bajo dari berbagai stakeholder diberikan pembekalan pengetahuan dan kemampuan SAR guna menghadapi ancaman kedaruratan.

Diharapkan, mereka mampu dan mandiri sehingga dapat meminimalisir jatuhnya korban saat terjadi kedaruratan.

“Mereka adalah masyarakat yang sebelumnya tidak memahami esensi SAR. Edukasi yang kami berikan meliputi teori dan praktek. Dengan demikian, masyarakat memiliki kompetensi di bidang SAR untuk dirinya sendiri dan mampu menolong masyarakat di sekitarnya ketika terjadi kedaruratan,” jelas Edi Haryanto, koordinator instruktur dari Direktorat Bina Potensi Basarnas.

Materi yang diberikan meliputi Pengantar pertolongan pertama dan teknik pemindahan korban, Penanganan perdarahan dan cedera alat gerak, penanganan luka bakar, sumbatan jalan nafas dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) hands only, serta safety bekerja di lingkungan perairan dan metode pertolongan di air (reach, throw, and row), Sementara di lantai 1 dilaksanakan pemaparan “Isu Terkait Kejadian Keselamatan dan Keamanan di DPSP” oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores dilanjutkan diskusi action plan.

Baca Juga :  Bupati Edi Tancap Gas Sukseskan MBG: Inovasi Digital hingga Jaminan Halal Jadi Andalan Mabar

Hari ketiga, Kamis (30/05/2024) lusa, dilaksanakan simulasi penyelamatan korban dipermukaan air di area Pelabuhan KSOP Labuan Bajo.

Pelaku simulasi adalah masyarakat yang telah diberdayakan pada hari kedua. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penandatanganan hasil finalisasi rencana kontijensi dan pengukuhan kelompok wisata berbasis SAR. **

  • Bagikan