Salah satu, warga pengungsi dari Desa Nurabelen, tidak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya, “Pak Polisi ini selalu datang lihat kami. Kalau kami kekurangan beras atau sayur, beliau selalu datang antar untuk kami.” Kisah ini menjadi semakin menyentuh karena ia telah bermalam di desa sebelumnya, menjelang erupsi, untuk memastikan persiapan dan keselamatan warga.
Bripka Paulus Bura sendiri saat dihubungi pada Selasa (23/1/2024) menjelaskan, “Saya tidak tenang di rumah Kalau saya punya masyarakat binaan Di pengungsian tidak bisa tidur Saya juga tidak bisa tenang jika kebutuhan mereka tidak Terlayani dengan baik di posko pengungsian”.
Dedikasinya bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati yang membuktikan bahwa seorang polisi bisa menjadi pahlawan di tengah bencana alam, membawa sinar harapan bagi mereka yang membutuhkan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









