NAGEKEO, NTTNESW.NET – Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, S.H, akhirnya angkat bicara terkait penggunaan istilah “penjual obat” yang diucapkannya dalam sambutan saat misa perutusan beberapa hari lalu di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Menurut Simplisius, pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada pasangan lain dalam kontestasi politik.
Ia menegaskan bahwa jika ada pihak yang merasa tersinggung, hal itu lebih pada perbedaan pemahaman dan ketidakmampuan menerima realita atas kemenangan Paket IDOLA.
“Saya lontarkan kalimat ‘penjual obat’ itu untuk masa depan, bukan untuk saat ini. Harus dipahami dengan baik. Maksud saya adalah menyadarkan warga Nagekeo agar lebih bijak dalam memilih pemimpin. Jangan memilih pemimpin seperti memilih penjual obat. Jika memang ingin seperti itu, saya bisa hadirkan di Nagekeo, dan saya pastikan akan menang,” tegasnya.
Simplisius menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat Nagekeo agar lebih matang dalam menyikapi dinamika politik.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan menerima realitas politik yang ada, tanpa ada niat untuk menghina atau menjelekkan pihak lain.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









