Tes seleksi dilakukan di Labuan Bajo untuk calon dari Manggarai Barat, memudahkan mereka dalam proses pendaftaran.
Edi-Weng juga berupaya untuk membangun komunikasi agar putra-putri daerah dapat belajar di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.
“Harapannya, tidak ada warga yang tertinggal hanya karena kekurangan SDM. Kita harus siap bersaing dan tampil sebagai pemenang saat Indonesia memasuki era Emas 2045,” tegas Endi.
Endi menambahkan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendapatan per kapita harus ditingkatkan. Saat ini, pendapatan per kapita di Manggarai Barat telah meningkat dari Rp 7,6 juta menjadi Rp 16 juta, meskipun masih jauh dari angka ideal Rp 26 juta.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan, tahun 2025 akan dibangun Politeknik Pariwisata Negeri di selatan Labuan Bajo. Ini bertujuan agar tenaga kerja di sektor pariwisata tidak perlu keluar daerah untuk bersekolah, sehingga putra-putri Manggarai Barat dapat bekerja di hotel dan restoran di wilayah mereka sendiri.
Dalam Konsep Kebijakan dan Strategi Nasional Pembangunan Perkotaan 2015-2045 yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas, kota masa depan diharapkan menjadi kota yang layak, hijau, cerdas, berdaya saing, dan berbasis teknologi, serta memiliki keunggulan ekonomi dan budaya lokal.
Edi Endi berharap Labuan Bajo dapat memenuhi semua kriteria tersebut dan menjadi contoh sukses bagi kota-kota lainnya di Indonesia. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









