Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Demi Sekolah, Siswa di Manggarai Timur Tantang Derasnya Arus Sungai

Kontributor : Ernus Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250814 112712
Setiap pagi, belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap Benteng Sipi asal Dusun Baja, Desa Benteng Pau, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus mempertaruhkan keselamatan demi menuntut ilmu. (foto : isth).

“Kadang airnya deras sekali. Kalau nekat, takut hanyut. Tapi kalau tidak ke sekolah, kami ketinggalan pelajaran,” tambah Denis.

Ketiadaan jembatan menjadi masalah utama yang dihadapi warga. Antonius Dion, warga Dusun Baja, mengakui kondisi ini sudah mereka alami puluhan tahun.

“Setiap musim hujan, anak-anak sering tidak sekolah karena terlalu berbahaya menyeberang sungai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Berantas Judi Online, Propam Polres Manggarai Barat Geledah Ponsel Personel

Tak hanya pendidikan yang terganggu, perekonomian warga pun terdampak. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, dan saat banjir mereka tidak bisa menuju kebun di seberang sungai.

Sebagai solusi sementara, warga setiap tahun bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu. Namun, usia jembatan sederhana ini tak pernah lama, apalagi jika dihantam banjir besar.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

“Setiap tahun kami bangun lagi. Ini sudah nasib kami puluhan tahun,” kata Antonius.

Warga berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat segera membangun jembatan permanen. Harapan mereka sederhana: anak-anak bisa bersekolah tanpa rasa takut, dan roda perekonomian desa tetap berjalan tanpa hambatan setiap musim hujan. **

  • Bagikan