• Mata Air Wae Sau
• Mata Air Wae Natong
Dari kedua titik tersebut, air disalurkan melalui jaringan pipa ke bak penampung, kemudian didistribusikan ke rumah-rumah warga melalui sistem bertekanan yang efisien.
“Dulu, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengakses air bersih. Sekarang, dengan sistem baru ini, tidak ada lagi yang dianakemaskan. Semua dapat bagian, semua dilayani,” ujar salah satu warga Dusun Wae Natong yang kini sudah menikmati akses air langsung di rumahnya.
Selain meningkatkan akses fisik terhadap air, program ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk pentingnya sanitasi, efisiensi pemakaian air, dan perawatan sistem secara berkala.
“Kami harap masyarakat tidak hanya menerima manfaatnya, tapi juga ikut menjaga dan merawat semua fasilitas yang ada. Ini investasi jangka panjang untuk desa kita sendiri,” tambah Hermanus.
Kepala Desa Hermanus menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi dari prinsip keadilan sosial yang dijamin dalam UUD 1945.
“Akses terhadap air bersih adalah hak dasar setiap warga negara. Kami ingin memastikan bahwa di Desa Kempo, prinsip keadilan sosial itu benar-benar dirasakan. Ini bukan sekadar proyek, ini soal martabat warga,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, Desa Kempo menunjukkan bahwa pembangunan berbasis masyarakat, yang inklusif dan partisipatif, bukan hanya mungkin, tetapi sangat efektif dalam membawa perubahan nyata bagi kehidupan sehari-hari warga desa. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









