Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Desa Kempo Alokasikan Ratusan Juta untuk Akses Air Bersih Berkelanjutan di Dusun Wae Natong

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250718 WA0016 768x576 1
Desa Kempo Alokasikan Rp265 Juta untuk Akses Air Bersih Berkelanjutan di Dusun Wae Natong. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Pemerintah Desa Kempo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tahun 2024 ini, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), pemerintah desa telah mengalokasikan dana sebesar Rp265.000.000 untuk pembangunan meteran air minum bersih dan sistem sanitasi berbasis masyarakat, khususnya untuk warga Dusun Wae Natong.

Program ini bertujuan menyediakan akses air bersih yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, inisiatif ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan sistem air bersih.

Baca Juga :  FPM Siapkan Aksi Boikot Proyek Kantor Pajak Pratama Labuan Bajo, PT Joglo Multi Ayu Jadi Sorotan

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan akses air bersih yang adil dan merata. Tidak boleh lagi ada warga yang merasa dianaktirikan dalam hal kebutuhan dasar seperti air,” tegas Kepala Desa Kempo, Hermanus Harmanin Anggung, pada Jumaat (24/7).

Program ini mencakup pembangunan berbagai infrastruktur penting, seperti jaringan pipa, bak penampung (reservoir), meteran air di rumah-rumah warga, serta fasilitas sanitasi lainnya.

Salah satu inovasi utama adalah pemasangan meteran air di setiap rumah tangga, yang memungkinkan pencatatan penggunaan air secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Pesan Keras Bupati Nagekeo Usai Lantik 81 Pejabat: "Jabatan Bisa Dicopot Jika Tak Berkinerja"

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa air adalah sumber daya yang harus dikelola dengan bijak. Dengan adanya meteran, penggunaan bisa lebih terkontrol dan masyarakat belajar untuk tidak boros,” lanjut Hermanus.

Selain itu, telah dibentuk Kelompok Pengelola Air Bersih Desa, yang bertugas menjalankan operasional harian, melakukan pemeliharaan fasilitas, serta menangani penagihan iuran air sesuai dengan pemakaian.

Program ini memanfaatkan dua sumber mata air utama:

  • Bagikan