Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Desa Kota Keo Nagekeo Terisolasi Jaringan, Masyarakat Harapkan Solusi dari Pemerintah dan Telkomsel

  • Bagikan
IMG 20250308 WA0002
Silfester Ebo, Kepala Desa Kota Keo. (foto : NTTNews.net/Stefen).

NAGEKEO, NTTNEWS.NET – Kepala Desa Kota Keo, Kecamatan Nangaroro, Silfester Yebo, mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, wilayah mereka mengalami keterisolasian jaringan Telkomsel atau yang dikenal sebagai blank spot.

Akibatnya, masyarakat, dunia pendidikan, serta pemerintah desa mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas yang bergantung pada koneksi internet, termasuk pembuatan laporan online.

“Ada tiga lembaga pendidikan, yaitu TK, SD, dan SMP di Desa Kota Keo. Saat ujian online, para guru, siswa, bahkan masyarakat serta pemerintah desa harus berjalan sejauh sekitar 4 kilometer dari pusat desa demi mendapatkan jaringan yang stabil,” ungkap Eus.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

Menurutnya, pihak desa telah mengajukan proposal kepada Telkomsel, dan perusahaan tersebut telah melakukan survei lokasi. Namun, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut terkait pembangunan infrastruktur jaringan.

Eus menjelaskan bahwa jika pembangunan menara BTS dilakukan di lokasi strategis yang telah diusulkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Desa Kota Keo, tetapi juga oleh desa-desa sekitarnya, seperti Desa Dagalea, Kota Keo 1, Kota Keo 2, Ladolima Utara, dan Wajo Timur.

  • Bagikan