NAGEKEO, NTTNEWS.NET – Kepala Desa Kota Keo, Kecamatan Nangaroro, Silfester Yebo, mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, wilayah mereka mengalami keterisolasian jaringan Telkomsel atau yang dikenal sebagai blank spot.
Akibatnya, masyarakat, dunia pendidikan, serta pemerintah desa mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas yang bergantung pada koneksi internet, termasuk pembuatan laporan online.
“Ada tiga lembaga pendidikan, yaitu TK, SD, dan SMP di Desa Kota Keo. Saat ujian online, para guru, siswa, bahkan masyarakat serta pemerintah desa harus berjalan sejauh sekitar 4 kilometer dari pusat desa demi mendapatkan jaringan yang stabil,” ungkap Eus.
Menurutnya, pihak desa telah mengajukan proposal kepada Telkomsel, dan perusahaan tersebut telah melakukan survei lokasi. Namun, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut terkait pembangunan infrastruktur jaringan.
Eus menjelaskan bahwa jika pembangunan menara BTS dilakukan di lokasi strategis yang telah diusulkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Desa Kota Keo, tetapi juga oleh desa-desa sekitarnya, seperti Desa Dagalea, Kota Keo 1, Kota Keo 2, Ladolima Utara, dan Wajo Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









