“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo dapat membantu menangani permasalahan blank spot ini. Kami, baik pemerintah desa maupun masyarakat, sangat membutuhkan jaringan Telkomsel untuk menunjang berbagai kegiatan, termasuk pekerjaan yang kini berbasis sistem online,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, para tokoh adat Suku Lea serta masyarakat Desa Kota Keo telah menyiapkan lahan untuk pembangunan menara BTS. Mereka bahkan bersedia menghibahkan tanah tersebut kepada Telkomsel tanpa meminta ganti rugi sepeser pun.
“Kami ikhlas menyerahkan tanah ini demi kemajuan desa. Kehadiran jaringan telekomunikasi akan sangat membantu dalam meningkatkan komunikasi serta akses informasi bagi masyarakat,” tambahnya.
Eus serta warga lainnya berharap Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, SH, dan Wakil Bupati, Gonzalo G.M. Sada, dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini agar pembangunan di desa dapat berjalan lebih merata, adil, dan inklusif. ** (Stefan)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









