“Perempuan memiliki potensi besar. Jangan biarkan mereka berjalan sendiri. Butuh dukungan sistemik dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat,” imbuhnya.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Marselinus Jebaru bersama tim fasilitator dari Dinas Sosial P3A Manggarai Barat yang memaparkan materi seputar kebijakan nasional dan daerah terkait pemberdayaan perempuan, serta mekanisme pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa.
Kepala Dinas Sosial, Marselinus Jebaru, dalam sesi presentasi menjelaskan bahwa kegiatan advokasi ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya desa-desa yang ramah perempuan dan anak.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, akan terbentuk jejaring kerja dan koordinasi yang lebih kuat antara lembaga desa dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten, khususnya dalam menangani isu-isu kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Jebaru.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh peserta agar mulai melakukan identifikasi masalah di desa masing-masing dan menyusun program-program kecil yang konkret sebagai bagian dari aksi nyata pemberdayaan perempuan.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi kelompok dan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan dikawal bersama antara desa, kecamatan, dan dinas terkait.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan muncul semangat baru dalam memperkuat kelembagaan pemberdayaan perempuan di akar rumput, dan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil gender di wilayah Kecamatan Pacar. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









