Lantas, uang sebesar itu mengalir ke siapa? Jawabannya jelas: bukan ke politisi, bukan ke partai politik, melainkan kembali ke rakyat kecil yang menanam sayur, menangkap ikan, memelihara ternak, dan mengolah produk UMKM.
Dengan begitu, program MBG bukanlah sekadar slogan atau proyek politik, tetapi sebuah gerakan ekonomi kerakyatan yang nyata.
Dari Sawah ke Meja Makan
Program MBG memperlihatkan rantai nilai yang sehat: dari sawah langsung ke meja makan, dari nelayan ke dapur sekolah, dari peternak ke piring anak-anak bangsa.
Setiap piring makanan bergizi yang sampai di tangan anak sekolah bukan hanya nutrisi, tetapi juga simbol berputarnya ekonomi lokal.
Hari itu, satu lagi Dapur MBG di Golo Koe resmi beroperasi. Peresmian tersebut menjadi momentum penting, bukan sekadar tambahan dapur baru, tetapi tanda bertambahnya denyut ekonomi lokal.
Setiap dapur yang berdiri berarti pasar baru bagi petani, nelayan, peternak, dan UMKM Manggarai Barat.
Politik yang Menyehatkan
Jika masih ada pihak yang menuding MBG sebagai proyek politik, maka justru inilah politik dalam arti luhur.
Politik yang menyehatkan rakyat, menguatkan petani, memberdayakan nelayan, serta menghidupkan UMKM.
Politik yang menghadirkan keadilan sosial dalam bentuk paling nyata: sebuah piring makan bergizi di tangan anak-anak kita. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









