“Ada history telepon, pesan, dan rekaman CCTV yang tidak sesuai dengan keterangan Rusdin di rumah sakit,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WITA, keluarga menghubungi Herman Teddy, seorang anggota Satlantas Polres Manggarai Barat, untuk membantu melaporkan kejadian ini guna mengklaim asuransi Jasa Raharja.
Namun, beberapa fakta lain mulai terkuak saat kendaraan almarhum dipindahkan oleh Rusdin dan Rafli ke tempat Imron.
“Rusdin bahkan membersihkan darah di helm Bayu menggunakan tisu,” ujar keluarga.
Tidak adanya kehadiran teman-teman almarhum, termasuk yang berada di lokasi kejadian, selama proses pemakaman hingga hari ketujuh juga menambah banyak tanda tanya.
“Hal ini sangat aneh. Jika memang mereka adalah teman dekat, mengapa tidak muncul di rumah duka?” tanya Saida penuh kekecewaan.
Keluarga besar Bayu Aji berharap agar kasus ini segera ditangani dengan serius oleh pihak berwenang.
“Kami mencurigai ada dugaan penganiayaan terhadap anak kami. Harapan besar kami agar kebenaran dapat terungkap dan pelaku, jika terbukti bersalah, diproses sesuai hukum,” tutup Saida dengan penuh harap.
Sebagai tambahan bukti, keluarga juga telah menyertakan foto jenazah, kondisi kendaraan, serta hasil rontgen dan CT Scan almarhum kepada pihak kepolisian.
“Kami mohon perhatian dari pihak berwenang agar kasus ini bisa diproses sebagaimana mestinya demi keadilan untuk almarhum,” pungkasnya.
Hingga kini, keluarga terus menunggu perkembangan investigasi atas kematian Bayu Aji, dengan keyakinan bahwa kebenaran akan terungkap. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









