Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Edukasi Politik Sejak Dini, Bawaslu Manggarai Barat Sasar Pemilih Muda Hadapi Pemilu 2029/2031

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260302 135614
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena Seriang, S.H, saat melakukan sosialisasi di SMAN 1 Komodo Labuan Bajo. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena Seriang, S.H, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas demokrasi menjelang Pemilu 2029 atau 2031 mendatang. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026) siang, di Labuan Bajo.

Menurut Maria Magdalena Seriang, meskipun saat ini masih berada dalam masa non-tahapan pemilu, Bawaslu Manggarai Barat tidak tinggal diam. Justru periode ini dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mempersiapkan fondasi demokrasi yang lebih kuat ke depan.

“Kami sedang mempersiapkan pemilu yang lebih baik sejak sekarang. Di masa non-tahapan ini, kami bekerja membangun dasar demokrasi, salah satunya dengan menyasar pemilih muda dan pemilih pemula,” ujarnya.

Baca Juga :  Hakim Putuskan Sengketa Tanah Karangan, Gugatan Mustarang dan Abdul Haji Ditolak

Maria menjelaskan, berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu sebelumnya, pemilih muda mendominasi komposisi pemilih di Manggarai Barat.

“Dari angka DPT kemarin, pemilih kategori Gen Z itu mendominasi di urutan pertama, sekitar 33 persen lebih. Kalau digabungkan dengan pemilih milenial, jumlahnya lebih dari 60 persen. Jadi bayangkan kekuatan anak muda,” tegasnya.

Besarnya proporsi tersebut menjadi alasan utama Bawaslu memfokuskan strategi pendidikan politik kepada generasi muda. Menurutnya, masa depan demokrasi daerah sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi anak muda hari ini.

Lebih lanjut, Maria menekankan bahwa partisipasi dalam demokrasi tidak boleh dimaknai secara sempit.

“Partisipasi itu tidak hanya dimaknai sebagai terminologi teknis bahwa partisipasi itu hanya ikut memilih, datang ke TPS, coblos, selesai. Lebih dari itu, partisipasi adalah ikut ambil bagian dalam seluruh proses demokrasi itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  GEKIRA Bentuk Resimen Ekologi, Tegaskan Komitmen Politik Hijau dan Aksi Nyata Lingkungan

Ia menambahkan, untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas, kesadaran pemilih harus dibangun sejak dini. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah praktik politik uang.

IMG 20260302 WA0156
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Magdalena Seriang, S.H. (foto : Dok. Isth).

“Anak-anak muda harus sudah paham betul bahwa memilih pemimpin yang baik itu ada korelasinya dengan masa depan daerah dan masa depan mereka sendiri. Mereka juga harus berani menolak politik uang. Untuk menghasilkan demokrasi yang baik itu dimulai dari pemilihnya,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu, Bawaslu Manggarai Barat juga mendorong lahirnya pengawas partisipatif dari kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

  • Bagikan