Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Enam Fraksi DPRD Mabar Setujui Perubahan APBD 2025, Bupati Edi: Ini Langkah Strategis untuk Menjawab Kebutuhan Rakyat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250722 213132
Enam fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat secara bulat menyatakan persetujuan terhadap pengantar nota keuangan atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. (foto : isth).

Perubahan APBD 2025 dinilai menjadi instrumen penting dalam menyesuaikan arah belanja pemerintah terhadap dinamika kebutuhan masyarakat serta realisasi pendapatan dan belanja tahun berjalan.

Meski tidak dirinci secara terbuka dalam forum paripurna, perubahan APBD umumnya mencakup penyesuaian belanja prioritas pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, hingga percepatan layanan publik.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota DPRD atas kerja sama dan semangat kolektif dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD. Persetujuan ini adalah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan cepat,” ujar Bupati Edistasius Endi.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah dalam merealisasikan program-program yang telah disepakati, terutama menjelang akhir tahun anggaran.

“Saya minta seluruh OPD segera menyesuaikan dan mempercepat pelaksanaan kegiatan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai anggaran yang sudah disetujui ini hanya berhenti di atas kertas,” tegas Bupati.

Baca Juga :  Sampul Tempo Picu Amarah, NasDem Manggarai Barat Ultimatum Redaksi

Dengan disetujuinya Rancangan Perubahan APBD ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memiliki landasan hukum dan fiskal untuk melakukan percepatan pembangunan serta menjawab dinamika kebutuhan masyarakat yang berkembang dari waktu ke waktu.

Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan dokumen persetujuan bersama, yang disaksikan langsung oleh seluruh peserta sidang sebagai simbol sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam memajukan daerah. **

  • Bagikan