ENDE, NTTNEWS.NET – Memasuki awal kepemimpinan baru di Kabupaten Ende, di bawah kendali Tote Badeoda dan Dominikus Minggu Mere, diharapkan muncul gebrakan nyata untuk mewujudkan Ende Baru serta mendorong perubahan total di berbagai sektor pemerintahan.
Harapan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Ende dari Partai Gerindra, Yosafat Yosef Lima, dalam wawancaranya dengan NTTNews.net pada Senin, 24 Februari 2025.
Ia menegaskan bahwa perubahan yang diharapkan tidak sekadar menjalankan visi, misi, atau janji kampanye saat Pilkada lalu, tetapi juga harus mampu menuntaskan berbagai persoalan yang belum terselesaikan di pemerintahan sebelumnya.
Menurut Yosafat, Kabupaten Ende saat ini mengalami kondisi darurat birokrasi, yang ditandai dengan banyaknya jabatan struktural dan fungsional yang kosong.
Lebih parah lagi, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengikuti seleksi untuk mengisi jabatan tersebut hingga kini belum juga dilantik.
“Kita semua tahu bahwa banyak ASN di birokrasi tidak ditempatkan sesuai dengan keahlian mereka. Ini adalah kondisi yang buruk dan harus segera diperbaiki,” ujar Yosafat.
Selain itu, ia menyoroti sejumlah ASN berlatar belakang Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam penempatan jabatan.
Akibatnya, Kabupaten Ende semakin terperosok dalam krisis birokrasi yang memerlukan tindakan cepat dan tepat dari Bupati dan Wakil Bupati.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









