ENDE, NTTNEWS.NET – Gelaran turnamen Eltari Memorial Cup (ETMC) ke-XXIV yang berlangsung di Kabupaten Ende ternyata tidak sepenuhnya membawa dampak signifikan terhadap geliat pertumbuhan ekonomi lokal.
Minimnya partisipasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama event berlangsung menjadi sorotan tajam publik, termasuk dari kalangan akademisi muda dan pemerhati ekonomi daerah.
“Ini soal konsep kebangkitan ekonomi baru di Ende. Bukan cuma sekadar seremoni yang tak mampu menghasilkan output selama iven ini diselenggarakan di Kota Ende sebagai tuan rumah,” tegas Juventus Rada Kanga, pemikir ekonomi muda asal Ende, kepada NTTNEWS.NET saat berbincang ringan di bawah pohon kersen di halaman sekretariat PMKRI Cabang Ende, Rabu (12/11/2025).
Menurut Juventus, Pemerintah Kabupaten Ende seharusnya mampu menjadikan UMKM sebagai simpul utama dan “dapur penyangga ekonomi baru” selama turnamen ETMC berlangsung.
Ia menilai, momen besar seperti ini semestinya dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
“APBD sebesar lebih dari Rp1 miliar yang digelontorkan untuk membiayai ETMC ke-XXIV di Ende seharusnya memberi nilai balik secara ekonomis bagi masyarakat. Jangan sampai uang daerah keluar, tapi dampak ekonominya tidak terasa bagi rakyat kecil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Juventus mengingatkan bahwa ETMC bukan hanya soal ‘Jaga Waka Nua’ (menjaga nama baik kampung halaman), tapi juga ‘Jaga Rugi Nua’ (menjaga agar kampung halaman tidak dirugikan) hanya karena pelaksanaan event olahraga besar ini diadakan di Ende.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









