Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap lemahnya mobilisasi Pemkab Ende dalam menghadirkan pelaku usaha lokal. Berdasarkan data lapangan, hanya 19 UMKM yang berpartisipasi di area Stadion Marilonga Ende, itupun dengan fasilitas yang sangat terbatas, termasuk minimnya penerangan listrik di lokasi stand.
Sementara itu, klaim pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Ende di bawah kepemimpinan Bupati Benediktus Tote Badeoda dan Wakil Bupati Domi Mere dinilai tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
“Tak ada geliat ekonomi luar biasa di tengah jalannya ETMC. Kalau hanya 19 UMKM yang hadir, itu artinya Pemkab Ende gagal memberdayakan potensi UMKM di daerah sendiri,” ujar Juventus yang juga dikenal sebagai mantan aktivis PMKRI Ende.
Ia menambahkan, apabila pemerintah benar-benar melihat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah, maka semestinya suasana ekonomi di sekitar Stadion Marilonga dapat semeriah sorotan lampu stadion yang menerangi malam-malam pertandingan.
“Saya sangat menyayangkan ketika hanya 19 UMKM yang dilibatkan. Ini menunjukkan pemerintah tidak berpikir strategis dan tidak bertindak taktis dalam menangkap peluang ETMC sebagai momentum menghidupkan ekonomi rakyat di Ende,” imbuhnya.
Juventus juga mengutip kembali pernyataan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang sebelumnya dalam sambutan pembukaan turnamen ETMC ke-XXIV menegaskan bahwa pelaksanaan ETMC di Ende harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi baru di daerah tersebut.
“Sayangnya, harapan Gubernur NTT itu masih jauh dari kenyataan. Karena yang bergerak hanya 19 pelaku UMKM di halaman Stadion Marilonga,” pungkasnya dengan nada kecewa. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









