Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

FE Gadai Motor Rp2,5 Juta Berujung Misteri, Motor Diambil Diam-Diam, Olis Datangi Polres Manggarai Barat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
5cb3f4a0 b96c 11f1 9913 97cecac1e1e4
FE Gadai Motor Rp2,5 Juta Berujung Misteri, Motor Diambil Diam-Diam, Olis Datangi Polres Manggarai Barat. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dugaan penipuan dengan modus gadai sepeda motor terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Seorang perempuan bernama Olis, warga asal Reo, Kabupaten Manggarai, yang kini berdomisili di Wae Nahi, Labuan Bajo, mengaku mengalami kerugian setelah sepeda motor yang sebelumnya dijadikan jaminan gadai diduga diambil kembali tanpa sepengetahuannya.

Olis mengaku menerima gadai sepeda motor dari seorang pria berinisial FE yang memperkenalkan diri sebagai Fedislaus Edison dan mengaku berasal dari Reo, Kabupaten Manggarai.

Dalam transaksi tersebut pada Rabu (23/9/2026), FE disebut meminjam uang sebesar Rp2.500.000 dengan jaminan satu unit sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi EB 2565 GF.

Kesepakatannya, uang tersebut akan dikembalikan dalam waktu satu minggu. Sebagai jaminan, FE menyerahkan sepeda motor, STNK, dan kunci kepada Olis.

Namun, persoalan mulai muncul ketika Olis melakukan pengecekan terhadap identitas kendaraan. Ia menemukan adanya perbedaan antara nama orang yang menggadaikan motor dengan nama yang tercantum dalam STNK.

Olis mengatakan, FE mengaku bernama Fedislaus Edison. Sementara pada STNK sepeda motor tersebut tercantum nama Dinonius Rajen, dengan alamat asal Dalong, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Saya menerima gadai motor dari Edison. Dia mengaku orang Reo, orang Rura. Katanya dia bekerja di proyek sekolah di Dalong. Dia datang gadai motor kepada saya sebesar Rp2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) dan janji akan mengembalikan uang dalam waktu satu minggu dengan bunga Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah). Jadi total yang harus dikembalikan sebesar Rp3.000.000, (tiga juta rupiah), ” ungkap Olis, saat diwawancarai media ini pada Sabtu (26/9/2026) di Mapolres Manggarai Barat.

Baca Juga :  PLN UP3 Sumba Peduli Gempa Flores, Salurkan Empat Terpal untuk Tenda Darurat Belajar di Dua Sekolah

Menurut Olis, sebelum menerima motor tersebut, dirinya sebenarnya telah meminta identitas tambahan berupa KTP. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi karena FE beralasan KTP miliknya masih berada di lokasi proyek tempat ia bekerja.

“Saya sudah minta KTP sebagai jaminan tambahan, tetapi dia bilang KTP-nya masih di tempat proyek karena dia bekerja di sana. Karena dia membawa motor, STNK dan kunci, saya akhirnya menerima gadai tersebut. Saya juga sempat memfoto orangnya bersama motornya supaya mudah dikenali,” jelasnya.

Olis mengaku sempat merasa tidak curiga karena FE menyerahkan kendaraan lengkap dengan STNK dan kunci.

Namun, setelah FE pergi, Olis melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap STNK. Dari pengecekan tersebut, ia menemukan bahwa nama yang tercantum dalam STNK tidak sama dengan nama orang yang melakukan transaksi gadai.

“Anehnya, setelah dia pulang saya cek nama di STNK. Ternyata nama di STNK berbeda dengan nama orang yang meminjam uang kepada saya. Alamatnya juga berbeda. Dia mengaku namanya Fedislaus Edison, tetapi di STNK tertulis Dinonius Rajen, asal Dalong, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.

Persoalan semakin pelik ketika, menurut Olis, baru sekitar dua hari setelah transaksi gadai, FE kembali menghubunginya dan menyampaikan niat untuk menebus sepeda motor tersebut.

Baca Juga :  Peduli Mabar Pascagempa, Bank NTT Gelontorkan CSR Rp200 Juta, Bupati Edi Beri Apresiasi

Olis mengaku saat itu dirinya sedang tidur sehingga tidak langsung membalas pesan WhatsApp dari FE.

“Belum sampai satu minggu, sekitar dua hari setelah dia gadai, dia sempat chat dan bilang mau tebus motornya. Tetapi waktu itu saya masih tidur, sehingga saya tidak balas WhatsApp-nya,” ujar Olis.

Pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 11.00 WITA, Olis mengaku terkejut ketika mengetahui sepeda motor yang berada di tempat kosnya sudah tidak ada.

Menurut pengakuan FE yang diterima Olis melalui komunikasi WhatsApp, sepeda motor tersebut disebut telah diambil oleh adiknya dengan membawa uang untuk menebus kendaraan.

Namun, Olis mengaku tidak mengetahui secara langsung proses pengambilan sepeda motor tersebut.

“Kemarin Jumat sekitar jam 11, tiba-tiba dia menyuruh adiknya datang mengambil motor gadai tersebut. Saya waktu itu masih tidur. Setelah bangun sekitar jam 12 lewat, saya lihat motornya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Olis kemudian menghubungi FE melalui WhatsApp untuk menanyakan keberadaan sepeda motor tersebut.

“Saya WhatsApp dia dan tanya apakah dia sudah mengambil motornya atau bagaimana. Dia mengaku melalui panggilan telepon bahwa memang sudah mengambil, katanya dia menyuruh adiknya datang membawa uang untuk menebus motor. Tetapi menurut dia, adiknya membawa kabur uang sekaligus motor,” tutur Olis.

  • Bagikan