LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dalam menjemput perkembangan dan kemajuan desa, Pemerintah Desa Golo Ndari, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan komitmen kuat untuk membangun wilayahnya melalui pelaksanaan sejumlah kegiatan fisik tahun 2025.
Empat kegiatan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) dengan total anggaran mencapai Rp405.971.000 (Empat ratus lima juta sembilan ratus tujuh puluh satu ribu rupiah) dan tersebar di dua dusun.
Pembangunan yang tengah digenjot meliputi peningkatan jalan lapen, pembangunan drainase, tembok penahan tanah (TPT), serta WC Kantor Desa.
Dari empat jenis kegiatan fisik tersebut, peningkatan jalan lapen telah rampung, sementara tiga kegiatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Masyarakat Desa Golo Ndari mengapresiasi langkah pemerintah desa dalam mengutamakan pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga.
Salah seorang warga, Eusebius Sebi Fabius, mengatakan bahwa kehadiran jalan lapen yang baru dibangun sangat membantu aktivitas warga, terutama dalam sektor pertanian.
“Jalan ini sangat dibutuhkan karena kami di sini sebagian besar petani. Sekarang hasil pertanian bisa diangkut lebih cepat dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Dulu susah sekali kalau musim hujan, jalan becek dan licin,” ujar Sebi, Minggu (26/10/2025).
Ia juga menilai pembangunan drainase di beberapa titik sangat penting untuk menjaga keawetan jalan yang baru selesai dikerjakan.
“Kami juga sangat mendukung dibangunnya drainase agar air hujan tidak merusak jalan. Kalau air bisa dialirkan lewat selokan, jalan akan lebih awet dan tidak cepat rusak,” tambahnya.
Selain itu, Sebi menilai pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian wilayah Golo Ndari berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor.
“TPT itu bukan hanya melindungi jalan, tapi juga rumah warga di sekitar. Kalau tanahnya sudah ditahan dengan tembok, kami jadi lebih tenang saat musim hujan,” ucapnya.
Tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan dukungan dan apresiasi atas program pembangunan desa tahun ini.
Menurutnya, pemerintah desa telah menunjukkan transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan Dana Desa.
“Kami melihat semua pekerjaan dilakukan terbuka. Masyarakat dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja harian. Jadi manfaatnya bukan hanya dari pembangunan fisik, tapi juga dari perputaran ekonomi di desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah pemerintah desa yang mengedepankan musyawarah dan partisipasi warga merupakan bentuk kepemimpinan yang bijak.
“Kegiatan ini hasil Musyawarah Desa (MusDes). Jadi semua keputusan berasal dari masyarakat sendiri. Pemerintah desa tinggal menjalankan apa yang sudah disepakati bersama,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









