LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin, Anggota DPRD Rofinus Rahmat, serta jajaran Forkopimda, meresmikan NTTMart “Cinta Produk Lokal” by Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (21/12/2025).
Turut hadir dalam peresmian tersebut Dandim 1630/Manggarai Barat, perwakilan Polres Manggarai Barat, Danlanal Labuan Bajo, Kepala Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Kajari Manggarai Barat, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Plt Sekda Provinsi NTT, para kepala OPD Provinsi dan Kabupaten, serta para pelaku UKM dan IKM se-Manggarai Barat.
Berdasarkan pantauan media ini, NTTMart Manggarai Barat menempati dua unit ruko, masing-masing untuk produk wastra dan kriya, serta produk kuliner lokal hasil karya pelaku UMKM dan IKM NTT.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Sony Liming, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran NTTMart merupakan instruksi langsung Gubernur NTT untuk membantu pelaku usaha lokal.
“Ini adalah NTTMart ke-8 yang kita resmikan, dan besok akan menyusul yang ke-9 di Manggarai Timur. NTTMart hadir untuk membeli langsung produk dari pengusaha IKM dan UMKM, lalu menjualnya dengan margin yang sangat kecil, hanya sekitar 10–15 persen,” ujar Sony.
Ia menjelaskan, sebanyak 323 produk dari 32 pengusaha IKM telah tersedia di NTTMart Manggarai Barat.
Pemerintah Provinsi NTT juga telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp200 juta untuk pembelian produk UMKM.
“Kami ingin masyarakat membeli produk lokal dengan harga wajar, bukan harga mahal seperti di tempat lain yang bisa naik hingga 100 persen. Ini kado HUT ke-67 Provinsi NTT sekaligus hadiah Natal bagi para pengusaha UMKM,” tambahnya.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas program strategis tersebut.
Menurutnya, NTTMart adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada ekonomi rakyat.
“Program ini sangat monumental karena menjadikan rakyat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Labuan Bajo sebagai etalase NTT harus menjadi hub seluruh produk unggulan masyarakat NTT,” kata Bupati Endi.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital agar produk UMKM dari desa-desa dapat dipasarkan lebih luas.
“Tidak harus gedung besar dan megah. Yang penting kualitas produk. Gudangnya ada di kampung-kampung, sentra produksinya ada di UMKM. Pemerintah hadir untuk memastikan modal, pasar, dan keberlanjutan usaha,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









