Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

HPN 2026, AWAMB Bagi Buku di SD Terpencil Mabar dan Singgung Tragedi Ngada

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260211 111749
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 di Manggarai Barat tidak hanya diwarnai seremoni dan potong tumpeng. Aliansi Wartawan Manggarai Barat (AWAMB) memilih merayakannya dengan aksi nyata: menyambangi sekolah dasar terpencil dan berbagi perlengkapan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 di Manggarai Barat tidak hanya diwarnai seremoni dan potong tumpeng. Aliansi Wartawan Manggarai Barat (AWAMB) memilih merayakannya dengan aksi nyata: menyambangi sekolah dasar terpencil dan berbagi perlengkapan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan.

Pada Rabu (11/2/2026), para wartawan turun langsung ke Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo. Dua sekolah menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut, yakni SDK Kenari dan SDN Jati Makmur—sekolah yang berada di balik perbukitan dengan akses jalan yang masih memprihatinkan.

Puluhan siswa menyambut kedatangan rombongan dengan wajah sumringah. Buku tulis, bolpoin, mistar, penghapus, dan berbagai alat tulis lainnya diserahkan kepada pihak sekolah untuk kemudian dibagikan kepada para siswa. Bantuan itu mungkin sederhana, tetapi maknanya besar: simbol kepedulian insan pers terhadap pendidikan di wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh pembangunan.

Baca Juga :  Diperiksa 8 Jam Terkait Sengketa Lahan Nggoer, Oknum Polisi F Hindari Wartawan

Ketua AWAMB, Alfonsius Andi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial HPN, melainkan refleksi sosial atas realitas pendidikan di pelosok.

“Di Hari Pers Nasional ini kami dari Aliansi Wartawan Manggarai Barat melaksanakan pembagian buku tulis dan alat tulis kepada anak-anak di SDK Kenari dan SDN Jati Makmur. Harapan kami, bantuan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak sekolah di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menyinggung tragedi yang terjadi di Kabupaten Ngada, di mana seorang siswa diduga mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi dan keterbatasan perlengkapan sekolah.

“Kami berharap tragedi yang terjadi di Kabupaten Ngada tidak pernah terjadi di Manggarai Barat. Jangan sampai ada anak yang kehilangan harapan hanya karena tidak punya alat tulis,” tegasnya.

IMG 20260211 163614
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 di Manggarai Barat tidak hanya diwarnai seremoni dan potong tumpeng. Aliansi Wartawan Manggarai Barat (AWAMB) memilih merayakannya dengan aksi nyata: menyambangi sekolah dasar terpencil dan berbagi perlengkapan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan. (foto : isth).

Menurut Andi, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan seluruh elemen, termasuk pers, memiliki peran dalam memastikan anak-anak tetap memiliki harapan dan akses belajar yang layak.

Baca Juga :  Pasien Digigit Kalajengking Diduga Diblacklist RS Siloam Labuan Bajo, Apa Apa?

Kegiatan tersebut turut didampingi jajaran Polsek Komodo. Kapolsek, Wakapolsek, dan sejumlah anggota hadir dalam penyerahan bantuan sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Komodo dan seluruh jajaran yang bersama-sama menyerahkan bantuan di dua sekolah ini. Sinergitas ini harus terus berjalan, tidak hanya hari ini,” kata Andi.

Ia juga mengapresiasi para donatur dan rekan-rekan wartawan yang tetap solid mendukung kegiatan tersebut.

“Kekompakan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kegiatan sosial berikutnya demi meningkatkan mutu pendidikan di Manggarai Barat,” tambahnya.

Kepala SDK Kenari, Ambros Djelaman, yang diwakili guru Marselus, menyampaikan apresiasi mendalam.

  • Bagikan