LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Baru-baru ini, terjadi insiden menghebohkan di gedung Centra IKM Lembor. Proyek yang baru selesai dibangun setahun lalu dengan anggaran mencapai Rp9.200.723.312 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022, kini menghadapi masalah serius.
Plafon gedung jebol, dan beberapa titik tembok mengalami keretakan, memunculkan dugaan kuat bahwa kontraktor, PT.Haberka Mitra Persada, mungkin melakukan pekerjaan asal-asalan.
Kontraktor yang seharusnya bertanggung jawab atas kualitas pembangunan disorot karena dugaan kurangnya perhatian terhadap detail dan penggunaan bahan murahan.
Banyak spekulasi bermunculan setelah insiden ini, menggambarkan kekhawatiran akan kualitas pekerjaan dan kesiapan kontraktor dalam menyelesaikan proyek.
Salah satu narasumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan kekecewaannya terhadap kontraktor yang mungkin terburu-buru menyelesaikan proyek tanpa memperhatikan kualitas.

“Jangan hanya tergiur dengan harga murah, perhatikan rekam jejak dan reputasi kontraktor. Kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Masyarakat dan pengunjung berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga, menyoroti pentingnya pemilihan kontraktor yang berkualitas untuk proyek-projek besar.
Mereka juga menekankan tanggung jawab pemerintah dalam mengawasi proyek pembangunan, memastikan kontraktor memiliki sertifikasi dan kualifikasi yang memadai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









