Setiap desa memiliki karakteristik dan dinamika politik yang berbeda. Karena itu, seluruh pihak diminta berperan aktif menciptakan suasana yang kondusif mulai dari masa kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara hingga penetapan hasil.
Ketua DPRD juga meminta masyarakat tidak menjadikan perbedaan hasil perolehan suara sebagai alasan untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Manggarai Barat mampu menjalankan demokrasi di tingkat desa dengan baik. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi setelah proses pemilihan selesai, kita harus kembali bersatu sebagai satu keluarga,” ungkap Benediktus.
Sementara itu, dari sisi keamanan, Polres Manggarai Barat telah menyiapkan kekuatan personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades serentak 2026.
Dalam pengamanan tersebut, terdapat 87 personel Polres Manggarai Barat, 12 Pamatwil (Perwira Pengamat Wilayah), 50 personel Brimob, 70 personel TNI, serta 276 anggota Linmas.
Total kekuatan tersebut akan disebar untuk mendukung pengamanan di lokasi pemungutan suara yang tersebar di seluruh desa penyelenggara Pilkades.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan aman, tertib, lancar, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun para penyelenggara.
Sebanyak 138 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di 64 desa penyelenggara Pilkades dan menjadi salah satu titik utama pengamanan aparat.
Kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa tekanan maupun intimidasi.
Menjelang hari pemungutan suara, seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades diharapkan mampu menahan diri.
Para calon kepala desa, tim pemenangan, pendukung, penyelenggara, serta masyarakat pemilih memiliki peran yang sama dalam menjaga situasi tetap aman.
Ketua DPRD Manggarai Barat kembali menegaskan bahwa keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga dari kemampuan seluruh masyarakat menjaga proses demokrasi tetap damai.
“Mari kita sukseskan Pilkades ini bukan hanya dengan datang ke TPS dan memberikan suara, tetapi juga dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi dan jangan melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Benediktus.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades serentak di 64 desa dapat menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat di tingkat desa.
Menurutnya, setelah pemungutan suara selesai, masyarakat tetap akan hidup bersama, bekerja bersama, dan membangun desa bersama.
Karena itu, perbedaan pilihan politik hendaknya tidak meninggalkan luka sosial yang berkepanjangan.
“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan masyarakat. Yang kalah harus menerima dengan lapang dada, yang menang jangan euforia berlebihan. Mari kita kembali bersama-sama membangun desa. Jangan karena Pilkades kita kehilangan saudara,” pungkas Ketua DPRD Manggarai Barat.
Dengan dukungan aparat keamanan, pemerintah, penyelenggara Pilkades, calon kepala desa, serta kesadaran masyarakat, pelaksanaan Pilkades serentak 2026 di Manggarai Barat diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan damai hingga seluruh tahapan selesai. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









