Lebih lanjut, Julie menyampaikan bahwa dalam situasi fiskal yang menantang, dirinya akan memfokuskan program aspirasi pada sektor-sektor vital yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami akan memprioritaskan pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, pemberdayaan kelompok perempuan, penguatan UMKM desa, serta dukungan bagi petani agar mereka bisa mandiri dan sejahtera,” jelas Julie.
Kristoforus, mewakili seluruh warga Desa Nataute, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Julie mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di pelosok.
Ia berharap agar jalan rusak, jembatan, dan masalah air bersih menjadi prioritas utama dalam program aspirasi mendatang.
“Kami sadar banyak beban di pundak Ibu Julie, tapi kami yakin seiring waktu semuanya bisa terwujud. Bagi kami, air bersih dan jembatan menuju rumah ibadah adalah kebutuhan mendesak yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung,” tuturnya penuh harap.
Usai berdialog dan menyerap aspirasi warga, Julie bersama timnya melanjutkan perjalanan menuju Desa Aeramo.
Sebelum beranjak, ia meninggalkan “kado” istimewa berupa 150 paket sembako bagi masyarakat Desa Nataute sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Ini hanya bantuan kecil sebagai tanda kasih saya untuk masyarakat Nataute. Semoga bermanfaat dan bisa sedikit meringankan kebutuhan keluarga,” ucap Julie sebelum meninggalkan lokasi.
Kunjungan reses Julie Sutrisno Laiskodat di Desa Nataute menjadi bukti nyata komitmennya hadir di tengah rakyat, mendengar langsung keluhan masyarakat akar rumput, dan memperjuangkannya di tingkat pusat — meski di tengah keterbatasan anggaran nasional. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









