Di sisi lain, Yance Thobias Messakh saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa dirinya mendampingi Samaila atas dasar kuasa yang diberikan.
“Iya, kepala desa memberikan kuasa kepada saya untuk mendampingi,” tulis Yance.
Namun, ketika ditanya mengenai aspek netralitas kepala desa dalam perkara ini, Yance justru merespons dengan mempertanyakan tujuan pendampingan hukum dalam setiap proses pemeriksaan.
“Saya mau tanya, apa tujuan seseorang didampingi oleh pengacara dalam setiap pemeriksaan?” ujarnya.
Upaya konfirmasi kepada Suhardi terkait sengketa tanah di Pantai Nggoer terus dilakukan.
Namun, ia selalu mengarahkan agar pertanyaan disampaikan kepada kuasa hukumnya, Yance Thobias Messakh.
Sementara itu, dalam upaya konfirmasi sebelumnya pada Rabu (18/3/2026), Yance justru menunjukkan sikap emosional kepada awak media dan menolak memberikan keterangan.
“Tidak ada konfirmasi, itu hak saya. Tidak ada urusan sama sekali dengan kalian,” ucapnya.
Saat ditanya terkait pemberitaan saling klaim warga di Ra’ong, Yance kembali menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah penyidik.
“Tidak perlu dikonfirmasi,” katanya singkat.
Ketika diminta alasan atas penolakannya, Yance menjawab, “Saya tidak perlu memberikan alasan kepada Anda. Silakan tanyakan kepada penyidik.”
Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik, terutama terkait transparansi, netralitas aparat desa, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat dalam sengketa lahan di wilayah tersebut. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









