Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kapolres dan Kepala BPN Sinergi Lawan Mafia Tanah dan Cegah Konflik Agraria di Manggarai Barat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250722 211505
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Manggarai Barat, Selasa siang (22/7/2025). (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Manggarai Barat, Selasa siang (22/7/2025).

Kunjungan ini berlangsung di ruang kerja Kapolres, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektoral di wilayah hukum Manggarai Barat.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka perkenalan Kepala Kantor BPN/ATR Manggarai Barat yang baru, Danial Imanuel Liunesi, S.ST., sekaligus menjadi forum strategis untuk membahas berbagai persoalan pertanahan, termasuk upaya pencegahan dan penanganan potensi konflik sosial yang kerap dipicu oleh sengketa tanah.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menyambut baik kehadiran Kepala BPN baru bersama jajaran, dan menegaskan pentingnya kerja sama yang erat antara kepolisian dan lembaga pertanahan dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat.

“Silaturahmi ini adalah untuk mempererat hubungan kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan baik,” ujar AKBP Christian Kadang dalam keterangannya.

Ia menekankan bahwa permasalahan tanah sering kali menimbulkan gesekan di lapangan karena menyangkut kepentingan banyak pihak. Oleh karena itu, koordinasi dan sinergi antara aparat penegak hukum dan instansi teknis seperti BPN menjadi kunci dalam mewujudkan penyelesaian yang adil dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

“Permasalahan pertanahan memiliki potensi gesekan di masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian dan BPN sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang komprehensif, termasuk upaya bersama dalam memberantas praktik mafia tanah,” tegasnya.

  • Bagikan