Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kapolres Mabar Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana di Labuan Bajo

  • Bagikan
Bencana adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. saat memimpin apel gelar pasukan. (foto : isth).

“Adapun tujuan Apel siaga bencana ini yaitu membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, memastikan ketersediaan dan kesiapan peralatan, meningkatkan koordinasi maupun kolaborasi serta memastikan aktifnya Pos Komando Tanggap Darurat,” tambahnya.

Terakhir, Alumni Akpol angkatan 2004 itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan sebagai berikut :

1). Menghindari/Mengurangi aktivitas di luar (berkendara di jalan raya melakukan perjalanan laut/berlayar) apabila cuaca hujan dan atau angin kencang.

2). Saat berwisata air, selalu menggunakan pelampung.

3). Saat di perjalanan mengalami cuaca hujan, upayakan berlindung di tempat yang aman. Hindari berlindung di bawah pohon karena rawan akan tumbang dan petir.

Baca Juga :  RSUD Komodo Kembali Normal Mulai Senin 31 Agustus, Seluruh Poliklinik Rawat Jalan Dibuka

4). Hindari melewati jalanan rawan banjir.

5). Selalu update prakiraan cuaca baik darat, laut maupun udara.

6). Bersama giatkan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan.

7). Bersihkan parit, selokan, saluran air dari sampah agar aliran air lancar untuk mencegah genangan air / banjir.

8). Perkuat dinding tebing dengan menanam pepohonan yang menyerap air dan membuat tembok dengan saluran air untuk menghindari longsor.

Baca Juga :  Brigjen Pol Awi Setiyono Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kabupaten Manggarai

Selain itu, ketika bepergian dalam waktu panjang, masyarakat diminta untuk waspada jika meninggalkan rumah. Terlebih dalam keadaan kosong. Misalnya dengan melepas regulator dengan tabung gas, memastikan tidak ada sumber potensi korsleting listrik serta hal lainnya yang bisa menyebabkan bencana.

“Waspada, kalau keluar rumah, apalagi dalam jangka waktu yang lama. Pastikan keran air sudah ditutup, kompor gas dalam keadaan aman, serta alat-alat listrik dalam keadaan yang aman untuk ditinggal,” pungkasnya. **

  • Bagikan