LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dr. Kanisius Jehabut, S.H., M.H., seorang Doktor hukum, angkat bicara terkait video viral yang menunjukkan kekerasan antar siswi di Ruteng.
Menurutnya, kejadian ini bukan hanya konflik individu, tetapi juga cerminan tantangan besar dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Kasus ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Tidak hanya meninggalkan luka fisik dan emosional bagi korban, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya moralitas dalam kehidupan remaja,” ungkap Dr. Kanisius kepada media ini pada Minggu siang (12/1/2025).
Ia memberikan apresiasi kepada korban yang telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai. Langkah ini dinilai sebagai tindakan berani dan tepat untuk mencari keadilan.
“Saya mengapresiasi keberanian korban melaporkan kasus ini. Namun, ini bukan sekadar masalah hukum. Pendekatan yang tepat adalah menggunakan Restorative Justice, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap) Nomor 8 Tahun 2021,” jelasnya.
Menurut Dr. Kanisius, Polres Manggarai memiliki peluang untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum dapat berjalan seiring dengan pendekatan pemulihan.
“Dalam restorative justice, fokusnya bukan pada hukuman semata, tetapi pada dialog, rekonsiliasi, dan penyembuhan bagi semua pihak yang terlibat. Pendekatan ini menghindarkan anak-anak dari stigma sosial yang membebani,” tambahnya.
Ia juga mendorong Polres Manggarai untuk melibatkan lembaga pemerhati anak dan lembaga pendidikan dalam proses ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









