Akibat dari ketidaksepakatan tersebut, enam dari tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Manggarai Barat memutuskan untuk meninggalkan arena Konfercab. Keputusan ini semakin memperjelas kebuntuan dalam proses musyawarah.
“Tentu saja kami sangat menyayangkan sikap yang diambil oleh Ajhar Zowe. Kami merasa aspirasi dari mayoritas PAC tidak diakomodir. Oleh karena itu, kami mendesak agar Konfercab II GP Ansor Manggarai Barat segera dijadwalkan ulang dengan mempertimbangkan langkah-langkah strategis yang lebih inklusif,” tegas Usman.
Menanggapi pemberitaan yang menyebut bahwa kegagalan ini disebabkan oleh kepengurusan sebelumnya, Usman membantah keras tuduhan tersebut.
Ia menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, GP Ansor Manggarai Barat telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat.
“Kami telah melaksanakan berbagai program, seperti Diklat Dasar Terpadu (DTD), bakti sosial, serta berbagai aktivitas sosial lainnya. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa kegagalan Konfercab ini akibat kepengurusan sebelumnya, itu tidak benar. Ini murni karena Ajhar Zowe mengabaikan aspirasi, saran, dan masukan dari kami serta lebih memilih mempertahankan pandangannya sendiri yang menurut kami tidak rasional,” pungkasnya.
Dengan kondisi ini, pihaknya berharap ada evaluasi menyeluruh agar Konfercab dapat segera dilaksanakan kembali demi keberlanjutan organisasi GP Ansor Manggarai Barat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









