“Untungnya, informasi cepat diperoleh dan kepolisian langsung bertindak. Dari dalam, saya yakin masyarakat Manggarai Barat punya kesadaran tinggi menjaga daerahnya. Karena kalau pariwisata mati, maka masyarakat yang paling rugi,” tambahnya.
Dalam menjaga stabilitas, Kodim 1630 rutin melaksanakan patroli gabungan bersama Polres, Satpol PP, dan organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Katolik.
“Patroli rutin tetap kita jalankan, baik siang maupun malam. Kami bahkan pernah melakukan patroli dengan pemuda-pemuda di Labuan Bajo. Tujuannya sederhana, mengajak semua pihak menjaga keamanan bersama,” ungkap Dandim.
Ia juga menegaskan sinergi di titik-titik vital seperti bandara dan pelabuhan.
“Di bandara, kami bekerja sama dengan Angkatan Udara, kepolisian, dan pihak bandara. Sementara di pelabuhan, kami bersinergi dengan Angkatan Laut, Pelindo, dan stakeholder lainnya,” katanya.
Letkol Budiman berharap seluruh prajurit Kodim 1630 dapat diterima baik oleh masyarakat dan selalu hadir membantu mengurangi beban rakyat.
“Harapan kami sederhana, agar seluruh personel Kodim 1630/Manggarai Barat bisa diterima dengan baik. Kami tidak bisa menyelesaikan semua kesulitan masyarakat, tapi setidaknya kami bisa membantu meringankan. Tugas kami adalah menjadi prajurit profesional yang bersinergi menjaga wilayah ini tetap kondusif,” tutupnya.
Dengan berdirinya Kodim 1630/Manggarai Barat, diharapkan koordinasi keamanan dan pembinaan wilayah semakin terarah, sehingga Labuan Bajo tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat lokal. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









