“Kesigapan bukan hanya terbatas pada diri sendiri, tetapi juga terhadap sesama di sekitar kita. Mental, fisik, dan persiapan sarana prasarana pendukung mitigasi bencana menjadi kunci dalam menjalankan tugas tersebut,” tegas Kapolda NTT.
Dalam upaya peningkatan kemampuan penanganan bencana alam, Kapolda mendorong pelatihan yang berkolaborasi dengan instansi terkait.
Monitoring, evaluasi, dan persiapan bantuan personel serta sarana prasarana pendukung akan menjadi fokus intensif.
Rencananya, 100 personel dan dapur lapangan akan diturunkan untuk mendukung mitigasi bencana di Flores Timur.
Kapolda mengakhiri sambutannya dengan mengajak seluruh peserta apel untuk membangun kerjasama yang erat dengan seluruh stakeholder terkait.
“Kesiagaan dan kesigapan semua pihak dianggap krusial dalam melindungi nyawa dan harta benda masyarakat. Semangat kerja sama, koordinasi yang baik, dan kepemimpinan yang tangguh dianggap sebagai fondasi utama dalam menghadapi setiap tantangan bencana alam,” pungkasnya.
Usai apel, Kapolda NTT bersama jajaran Forkopimda NTT melakukan pengecekan kesiapan peralatan pendukung tugas di lapangan, menunjukkan komitmen tinggi untuk memastikan setiap langkah siap dijalankan dalam menghadapi situasi darurat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









