LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET –Warga Golo Mori, terutama yang diwakili oleh Hasanudin, dengan tegas menolak dan mengutuk perubahan nama Golo Mori menjadi Tanah Mori. Kekecewaan ini mencuat setelah melihat papan nama “Puskesmas Tanah Mori” yang dipasang di desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Hasanudin, sebagai putra asli Golo Mori, menyampaikan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga menghapus jejak sejarah asli Golo Mori. Dalam pernyataannya, ia mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap budaya dan nenek moyang mereka.
“Ini sama halnya melacuri, melecehkan terhadap budaya dan nenek moyang kami terdahulu. Saya hanya khawatir nenek moyang kami yang sudah berpulang, marah kepada oknum elit tersebut dan berdampak pada kejadian yang tidak kita inginkan,” tegas Hasan.
Hasanudin juga mengkritik pemerintah dan pengelola yang dianggapnya pura-pura tidak mengetahui perubahan ini selama ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









